Wednesday, July 25, 2018

Cara Budidaya Ikan Cupang Dalam Aspek Budidaya Mapel Prakarya SMA

Mengenal Ikan Cupang

Bagi pecinta ikan, budidaya ikan laga cupang tentu menjadi salah satu pengalaman tersendiri. Ada yang budidaya ikan ini untuk sekedar hobi, ada juga yang untuk dijual.
Paling banyak ikan cupang yang dibudidaya adalah jenis ikan cupang laga. Sedangkan ikan cupang hias punya harga yang cukup tinggi sehingga banyak juga yang membudidayakan jenis ini untuk dijual.
Ada lebih dari 70-an spesies ikan cupang di bumi ini yang diketahui. Sedangkan yang belum diketahui mungkin masih sangat banyak.

Mendapatkan Bibit Ikan Cupang Berkualitas

Untuk mendapatkan bibit ikan cupang berkualitas harus dilakukan pemeriksaan yang cermat. Kalau Anda bibitnya adalah bibit beli, maka Anda harus cermat membeli agar ikan cupang hasil ternak Anda berkualitas tinggi.
Hal yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan bibit ikan cupang berkualitas termasuk induk betina dan jantan yaitu:


  • Lihat sirip perut, ekor dan dubur apakah ada cacat.
  • Hindari sisik ikan yang ada luka.
  • Indukan jantan di cek tingkat agresifnya dengan mendekatkan jari tangan. Apabila           indukan jantan memasuki mode menyerang karena melihat jari tangan Anda berarti         indukan jantan tersebut berkualitas.
  • Tanyakan apakah indukan tersebut sudah pernah melakukan perkawinan atau belum.
  • Lihat mata ikan apakah ada bermasalah atau tidakKondisi harus bugar, bebas                   penyakit atau cacat.

  • Beda Ikan Cupang Jantan dan Betina

    Ikan cupang jantan dan betina sebenarnya sangat mudah dibedakan. Bagi penyuka ikan cupang dalam waktu singkat pasti bisa langsung mengenali ikan cupang jantan dengan yang betina.

    Cara membedakan cupang jantan dengan betina:
    1. Pada cupang jantan, gerakannya lincah dan cenderung indah. Sedangkan cupang betina nampak lamban dan lusuh.
    2. Sirip ekor pada cupang jantan lebih besar dan lebar. Pada cupang betina sirip ekor tampak kecil.
    3. Perut pada cupang jantan langsing, sedangkan cupang betina nampak berisi.

    Persiapan Wadah dan Tumbuhan Pendukung

    Wadah yang dibutuhkan adalah akuarium dengan ukuran minimal 30cm x 30cm. Kemudian wadah juga harus dimasukkan tumbuhan pendukung yaitu kapu-kapu (pistia stratiotes). Jika di daerah Anda tidak ada tumbuhan ini bisa juga menggunakan eceng gondok.
    Sangat disarankan menggunakan tumbuhan kapu-kapu karena tumbuhan ini sering ada di habitat alami ikan cupang. Selain itu, akar tumbuhan ini lebih pas menopang gelembung-gelembung yang nantinya digunakan untuk penempatan telur ikan.
    Masukkan air yang sudah di endap setinggi 10 ~ 15 cm dari dasar wadah. Batasan air 15 cm agar ikan cupang jantan tidak kecapekan memungut banyaknya telur setelah pembuahan terjadi.
    Biarkan selama minimal 2 hari barulah wadah siap digunakan.

    Proses Perkenalan dan Perkawinan Ikan Cupang

    Untuk memulai proses ini sebaiknya Anda ikuti cara yang saya lakukan agar berhasil.

    1. Masukkan Pejantan di Wadah Selama 1 Hari

    Masukkan terlebih dahulu ikan cupang yang jantan ke wadah pijah selama 1 hari agar terbiasa. Beri makan yang banyak agar ikan cupang jantan gemuk. Beri makan juga ikan cupang betina gemuk karena ketika proses pemijahan, ikan ini tidak makan apapun.

    2. Kenalkan dengan Betina

    Sebelum memasukkan ikan cupang betina ke dalam wadah pijah, pisahkan dulu pada wadah kaca yang berbeda. Untuk membuat ikan ini saling kenal maka biarkan ikan cupang jantan bisa melihat cupang betina.
    Jika cupang jantan siap kawin, maka dia akan mengeluarkan buih-buih di sekitar tumbuhan apung yang Anda masukkan. Setelah buih cukup banyak barulah ikan cupang betina bisa dicampur ke wadah pemijahan.

    3. Proses Pemijahan Ikan Cupang

    Pada awal pencampuran, ikan cupang betina akan di hajar habis-habisan oleh ikan cupang jantan. Cara ini dilakukan pejantan untuk menaklukkan ego dari ikan cupang betina.
    Pada ikan cupang, dibiarkan saja kalau terjadi hal ini. Biasanya setelah 1 harian, akan baikan kedua ikan dan terjadilah proses pemijahan. Proses itu biasanya terjadi pada pagi hari sekitar jam 9 pagi.
    Wadah pemijahan sebaiknya di tutupi keempat sisi dengan karton atau penutup lainnya agar proses pemijahan bisa berlangsung lancar.

    Proses pemijahan ditandai dengan melilitnya ikan cupang jantan pada tubuh ikan cupang betina. Setelah melilit beberapa lama, ikan cupang betina akan mengeluarkan telur. Ikan jantan akan segera memungut telur yang telah dibuahi dengan mulutnya dan memasukkannya pada buih yang telah dibuatnya.

    4. Video Proses Pemijahan Ikan Cupang

    Ketika terjadi proses ini sangat penting menjaga agar buih tidak pecah atau terkena sesuatu

    5. Memisahkan Betina

    Walaupun Anda menutup keempat sisi wadah, Anda masih bisa melihat aktivitas ikan dengan mengintip. Pastikan ikan tidak mengetahui sedang di intip agar tidak terjadi kegagalan.
    Setelah indukan betina tidak mengeluarkan telur lagi, maka segera keluarkan dari wadah pemijahan. Jika tidak dikeluarkan hanya akan terjadi dua hal yaitu adu jotos indukan jantan dengan betina atau telur-telurnya dimakan cupang betina.

    6. Pisahkan Pejantan

    Telur akan menetas setelah kurang lebih 2 hari. Biarkan saja burayak dengan ayahnya selama 3 hari. Pada hari keempat, Anda bisa memberikan kutu air untuk dimakan burayak dan indukan jantan.
    Pemberian makan pada indukan jantan tidak boleh terlalu lama. Apabila indukan jantan memangsa burayak, segera beri makan walaupun belum sampai hari keempat.
    Hal ini bisa terjadi karena kelelahan, kecapekan dan kelaparan pada indukan jantan setelah proses pemijahan.
    Jika Anda merawat dengan benar, setelah 2 minggu barulah indukan jantan dikeluarkan dari wadah.

    Happy Reading